Tellasen Petto’, tradisi di Madura

Pasti bagi sebagian orang, istilah Tellasen Petto’, merupakan istilah yang asing kan?? Karena istilah itu berasal dari bahasa Madura, yang bisa disebut sebagai Hari Raya ke Tujuh yaitu hari raya yang diadakan di hari ke tujuh setelah hari Raya Idul Fitri.

Di beberapa kota di Indonesia mungkin perayaan ini juga dirayakan. Tapi bagi warga Madura Tellasen Petto’ termasuk perayaan yang penting bagi warganya. Di perayaan ini, mereka membuat ketupat, bahkan ada yang menyembelih ayam, maupun kambing, yang kemudian diolah dengan berbagai macam masakan, misalnya soto madura, dan cap gomek.

Di perayaan ini warga Madura yang ada di Jawa, berusaha untuk pulang ke kampungnya demi merayakan hari raya ini. Mereka selain ingin merayakan tradisi yang sudah ada juga ingin berkumpul dengan keluarganya. Bahkan mereka rela berdesak-desakan di bis kota, maupun di kendaraan umum, hanya demi untuk pulang kampung merayakannya. Benar-benar tradisi yang sudah mendarah daging hingga ke anak cucu. Dan tak heran lagi sehari sebelum Tellasen Petto’ ini, kapal di pelabuhan Perak pun sudah penuh dengan orang-orang, bahkan untuk naik bis pun harus rela berdiri dan berdesak-desakan, asalakan bisa pulang kampung demi merayakan Tellasen Petto’.

Nah….ini adalah sebuah kisah perayaan Tellasen Petto’ di Madura. Bagaimana dengan perayaan Hari Raya ke Tujuh di daerah anda?? Apakah sama??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s