Rindu Fatamorgana

Aku rindu…

Rindu akan nyanyian pangeran jangkrik yang mendamaikan hatiku

Rindu akan senandung pangeran kodok yang membahagiakan jiwaku

Rindu akan tarian dan pancaran kunang-kunang yang menerangi kalbuku

Rindu akan aroma khas tanah yang menebar wewangian di tubuhku

Rindu akan simphoni alam yang bermelodi di sekitarku

Rindu akan semua yang datang di kala rintik air bumi menyapaku

Rindu akan semua di kala tetes hujan jatuh dari langit istanaku

Benar-benar aku rindu….


Tapi…

Kerinduan seakan fatamorgana

Kerinduan seakan bias di kedalaman samudra

Kerinduan seakan anomali kehidupan berada

Kerinduan seakan tertutup tirai retasan waktu pandangan mata


Kini….

Disini terhampar lembaran aspal hitam tak berujung mata

Hingga terpulas tidur dalam peraduannya

Berdiri kumpulan beton-beton gagah disana

Hingga tak terlihat celah-celah pancaran cahayanya

Dan alam hijau bertahta permata tak lagi bersiluet di kala senja


Kemana semua kerinduanku?

Kapan kerinduanku bisa kurengkuh

Akankah hingga berujung usia hidupku

Atau akankah hingga berujung usia duniaku

Pantaskah kupertanyakan semua itu?


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s