Kecantikan Ibarat Bangunan The Relation of Face, Heart and Love.

The Relation of Face, Mind and Love.

Kisah cinta seorang arsitek terkenal di Korea Selatan, tampan, mapan dan cute bernama Tae Pung Kang yang diperankan oleh Kang Ji Kwan. Dia bertemu dengan seorang wanita yang tidak cantik dan mempunyai penampilan penuh cela, misalnya dia akan terlihat jelek apabila tersenyum bernama So Jung Wang yang diperankan oleh Lee Ji A.

Bila kalian menonton film ini, pasti akan tertawa karena jalan cerita dan action-action pemerannya yang konyol dan lucu bahkan terbilang lebay (sesuatu yang dilebih-lebihkan).


Seorang arsitek yang benar-benar mengarsitek. Hal ini terlihat dari setting bangunan-bangunan yang dijadikan lokasi jalan cerita. Salah satunya bangunan yang menjadi hasil desainnya, berkonsep minimalis, terletak di dekat pantai (saya lupa nama bangunannya) dan bangunan kantor berkonsep minimalis yang menjadi setting kantornya. Maket-maket dan gambar-gambar desain yang menjadi pelengkap bahwa dia adalah arsitek yang benar-benar professional.

Salut!!!!


Lanjut cerita, Tae Pung Kang pada awalnya jatuh cinta dengan So Jung Wang. Dia benar-benar sangat kagum akan kecantikan wanita itu, padahal kenyataannya berbanding terbalik. Hal ini disebabkan Tae Pung mengalami kecelakaan mobil, sehingga kepalanya mengalami gangguan dan berdampak pada penglihatannya.


Begitu juga dengan wanitanya, So jung yang benar-benar mencintai Tae Pung, karena ketampanannya.


Hingga suatu hari, So Jung mendapatkan tugas dari perusahaan tempat dia bekerja yaitu ke luar negeri (Cina) selama 3 hari. Setelah 3 hari, Tae Pung berjanji akan menikahinya. Tapi sekembalinya dari Cina, kenyataan pahit harus diterima So Jung. Karena Tae Pung menyadari bahwaa So Jung adalah wanita yang buruk rupa. Tae Pung menolak dan tidak mengenal lagi dirinya. Sedih dan teramat menyakitkan bagi so Jung, dia harus mengalami kekalahan cinta, hanya karena dia tidak cantik. Hanya karena dia tidak seperti apa yang diharapkan oleh Tae Pung.


Namun, So Jung berniat balas dendam, dia mendatangi kantor Tae Pung, dan marah besar kepada lelaki itu di hadapan rekan-rekan kerja Tae Pung. Sehingga dia harus diusir dengan tidak hormat.

Sangat sedih dan menyakitkan sekali.


Waktu berjalan, mereka menjalani aktivitasnya seperti sedia kala. Namun akhirnya, Tae Pung mulai menyadari, bahwa dia salah. Dia mengingat kembali kisah cintanya dengan So Jung. Memori yang membuatnya bahagia saat dulu. Dan kini dia mulai merindukan So Jung. Dia mulai benar-benar mencintai So jung dari hati yang terdalam. Hingga akhirnya, dia mendatangi So Jung dan mengatakan bahwa dia masih mencintainya dan ingin menikahinya, walaupun So Jung tidak cantik. Karena dia sadar bahwa kecantikan bukanlah segalanya.

OhSo sweet


Mereka akhirnya menikah, karena cinta telah menyatukan mereka. Namun, di tengah pernikahan, So jung mendapat cerita yang teramat pahit tentang Tae Pung. Bahwa Tae Pung mencintainya, karena sifat-sifatnya mirip dengan sifat mantan pacarnya yang telah meninggal. Terlebih lagi dia hanya dijadikan pelarian bagi Tae Pung. Hingga akhirnya, mereka harus berpisah. Sungguh berat bagi Tae Pung, karena di saat-saat seperti ini, dia harus ditinggalkan oleh wanita yang sangat dicintainya.


Setahun berlalu, sampai akhirnya, mereka bertemu lagi. Rasa cinta yang dulu, masih melekat di hati mereka masing-masing. Akhinya mereka sepakat untuk kembali dan bersama-sama lagi. Karena mereka berdua sadar bahwa hatilah yang menyatukan mereka, bukan fisik yang hanya tipuan belaka. Namun cintalah yang membuat mereka memandang suatu keindahan seperti kita memandang sebuah bangunan.

Ahmanis sekali.

Aku tertarik menonton film ini, karena ceritanya mengisahkan seorang arsitek (Karena saya juga lulusan arsitek, walaupun belum menjadi arsitek yang profesional..hehehe). Yang saya tangkap makna dari film ini bukan dari actionnya yang berlebay-lebay tetapi dari kisah cintanya dan cara pandang dia mengenai sebuah kecantikan seorang wanita.

Dimana pada akhirnya dia menyadari bahwa kecantikan bagaikan bangunan, ada sebuah titik tertentu yang terpenting yaitu penampilan. Tapi dibalik penampilan yang cantik adalah tergantung bagimana kita melihat dari sudut pandang kita dan makna apa yang kita ungkapkan di dalamnya (Face, Heart and Love).


Face

Sebuah tampilan utama yang menjadi fokus kita dalam memandang dan melihat sesuatu. Khususnya kecantikan. Fisik yang indah menciptakan suatu kecantikan dan keindahan. Sehingga menjadi daya tarik kita terhadap seseorang. Begitu juga dengan bangunan, tampilan fisik bangunan yang indah akan menciptakan kekaguman kita padanya.


Heart

Sebuah penjiwaan dari dalam tubuh kita. Dimana kita memandang suatu kecantikan adalah dari mata hati, bukan dari mata kepala saja. Karena kecantikan hati adalah kecantikan yang nantinya akan memberikan kebahagiaan kekal bagi kita. Ibarat bangunan, apalah arti keindahan suatu bangunan, apabila tidak ada aktivitas atau fungsi di dalamnya yang menjadi daya dukung dari kecantikan tersebut. Tampilan cantik hanya menjadi simbol semata bila tidak ada makna di dalamnya.


Love

Sebuah rasa dari dalam hati. Rasa yang timbul bila kita melihat sesuatu dari dalam hati yaitu rasa cinta. Kecantikan yang kita lihat dari luar, tidak akan menciptakan cinta yang abadi. Tetapi kecantikan yang kita lihat dari dalam hati, akan menciptakan cinta yang abadi dan mendalam. Ibarat bangunan, Bila kita melihat sebuah bangunan yang indah dan menarik, dan melihat apa yang ada di dalamnya juga menarik, kita akan kagum dan ingin memiliki/ menempatinya. Rasa kagum kita kepada bangunan, akan menimbulkan cinta yang mengikuti kata hati untuk selalu merawatnya dan menjaganya, agar bangunan tetap cantik dan menarik.

Dari tiga kata tersebut (Face, Heart and Love), adalah tergantung dari mana kita melihat sesuatu. Melihat dari sudut pandang kita. Mana yang menurut kata hati kita baik, itulah yang menjadi terbaik untuk kita.

Lalu bagaimana pandangan kalian tentang kecantikan bila dihubungkan dengan tiga kata tersebut????

Advertisements

Dilema, pilihan yang sulit.

Dilema yang berkepanjangan. Dilema yang berkesudahan.

Itulah yang pasti akan dialami oleh setiap orang. Termasuk diriku tentunya. Sebuah dilema, dimana ada dua pilihan dan kita harus berani memilihnya. Dua buah pilihan yang tentunya teramat sulit untuk dipilih. Namun dari situlah kita dapat berpikir, kita mempunyai keberanian untuk dapat membuat sebuah keputusan yang nantinya kita sendiri yang akan merasakannya. Dan yakinlah apa yang kita putuskan saat itu adalah apa yang menjadi terbaik untuk kita. Tentunya dengan tetap memikirkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan. Mana yang lebih banyak kelebihannya. Itulah yang bisa kita pilih.

Dilema terhadap dua pilihan, seharusnya tidak membuat kita lemah, Tidak membuat kita putus asa. Tidak membuat kita menyerah.

Tapi sebaliknya, membuat kita untuk tetap semangat dan pantang menyerah. Kita harus menilai segala sesuatu dengan logika. Menilai apa yang kita pilih dengan berbagai pertimbangan yang masak. Tentunya selain mencari dan menampung pendapat dan saran dari orang lain yang kita kenal dekat, baik saudara, teman, maupun orang tua. Dan tidak lupa pula kita juga perlu bertanya pada Sang Pencipta. Agar Dia memberikan kita petunjuk yang lebih tepat. Bertanya pada Sang Pencipta tidak hanya sekedar bertanya, tapi juga berdoa, beribadah dan berusaha. Barulah setelah kita melakukan itu semua, kita melakukan kepasrahan terhadap apa yang kita pilih. Namun, kepasrahan, harus tetap dijalani dengan usaha, agar apa yang kita pilih tidak menjadi suatu hal yang sia-sia saja. Tetap jalankan apa yang menurut kata hati kita baik. Karena kata hati adalah jalan menuju kebenaran.

Apapun yang menjadi dilema dalam hidup kita, itulah suatu cara kita mensikapi hidup.

Cara dimana kita mempunyai tanggung jawab terhadap setiap keputusan kita. Karena dilema dalam memilih menjadikan kita bersikap dewasa dalam memutuskan sesuatu. Memutuskan sesuatu yang akan berpengaruh terhadap kehidupan kita hari ini dan selanjutnya. Kehidupan yang akan membawa kita menuju gerbang kehidupan berikutnya. Dan jangan lupa, putuskanlah segala sesuatu dengan kata hati kita. Putuskan segalanya matang-matang dan ingatlah untuk tetap meminta petunjuk dari Sang Maha Kuasa. Jadi, masihkah kita bingung untuk membuat keputusan dalam memilih??

Biarkan Sedikit Saja

burung-dara

Aku menangis tanpa kata, membisu dalam perih

Mungkin kau tak akan tahu dan mungkin kau tak akan mengerti

Saat kumulai memahami, ketika langit biru kembali kelam

Ketika gerimis jatuh, basah dan menepi

Biarkan kurengkuh sedikit

Dan biarkan kujangkau sejenak

Jangan biarkan kau tepis

Aku hanya ingin menyelamimu di dalam ragaku

Hanya sedikit saja