Berkebun di Tengah Kota

Berkebun di tengah kota?

Hmmm..mungkin terlintas di pikiran kita, masak bisa sih berkebun di tengah kota? Apalagi seperti kota Jakarta. Sesuatu yang sangat mustahil karena lahan Jakarta saat ini sudah sangat sempit dan sudah penuh sesak dengan bangunan-bangunan pencakar langit. Lahan yang sudah tak terlihat lagi hamparan sawah nan hijau. Apakah mungkin di dalamnya kita bisa berkebun? (Aku pun masih berfikir, tapi itu tidak mustahil kok..)

Berkebun merupakan aktivitas yang bisa dilakukan oleh semua orang dan tidak mengenal usia, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Berkebun adalah sejenis hobi yang membawa sukacita, hiburan, dan kesenangan bagi setiap orang sehingga bisa memberikan kualitas hidup yang lebih baik. Berkebun selain sebagai hobby bisa juga dijadikan sebagai aktivitas olahraga maupun wisata yang rekreatif sehingga menghasilkan kegiatan yang positif. Berkebun pun dapat dilakukan dimana saja, lahan yang sempit maupun pot tanaman pun bisa dijadikan tempat untuk berkebun.

Nah, untuk itu sangatlah tidak mustahil kita membuat kebun di kota Jakarta. Walaupun sejengkal tanah di kota ini sangat mahal dan berharga, bahkan seringkali dijadikan lahan bisnis yang menghasilkan uang. Itulah Jakarta. Maka dari itu, dari sejengkal tanah yang ada, mari kita kebunkan kota Jakarta dengan konsep Urban Farming. Urban farming merupakan aktivitas pertanian di dalam atau di sekitar kota yang melibatkan ketrampilan, keahlian dan inovasi dalam budidaya dan pengolahan makanan. Dorongan utama aktivitas ini selain upaya memberikan kontribusi pada ketahanan pangan, menambah penghasilan masyarakat sekitar juga sebagai sarana rekreasi dan hobi.Dengan upaya itu kita bisa menghijaukan Kota Jakarta di tengah-tengah kota yang serba padat. Kita upayakan mengurangi polusi dan mengurangi pemanasan global (global warming). Semua itu mulailah di lingkungan tempat kita berada, dimanapun itu.

Launching Jakarta Berkebun
Launching Jakarta Berkebun

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 20 Februari 2011 , (wuuaaaaa, baru kutulis cerita ini, ternyata sudah lewat 1 bulan lohehehe), aku dan temen-teman mengikuti acara launching Jakarta berkebun di Springhills Golf Residence, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebuah kawasan yang berada di sekitar daerah PRJ (Pekan Raya Jakarta) dengan dimotori oleh seorang arsitek terkenal di Indonesia yaitu Ridwan Kamil (atau bisa dipanggil Kang Emil). Ada juga seorang gadis cantik pemain biola yaitu Maylaf Kaiza. Beserta pemuda-pemudi Indonesia dari berbagai kota yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. (Jadi rame deh)

Keinginan mengikuti acara ini muncul dari lubuk hati yang terdalam (ceileee..*narsis). sebab kegiatan tersebut sangat penting untuk masa depan kota Jakarta untuk selanjutnya. Tidak hanya membangun bangunan sebanyak-banyaknya, tetapi juga harus menghijaukan kota sebanyak-banyaknya dengan berkebun.

Sebelum acara dimulai, setiap peserta diberi sebungkus benih/ bibit kangkung darat yang nantinya akan ditanam. Mengapa yang ditanam hanya kangkung? Ternyata lahan yang ada di Springhills ini hanya cocok untuk ditanami kangkung darat. Ok lah kalau begitu, kita lanjutkan berkebunnya.

Aku dan Kawan Pekebun
Aku dan Kawan Pekebun

Tahukah kalian apa itu kangkung (Ipomoea reptans) darat? Yaitu kangkung yang hanya bisa ditanam di lahan kering dan hanya diperbanyak dengan biji, warna bunganya putih bersih dan warna batangnya putih kehijau-hijauan. Sedangkan kangkung air, ditanam di lahan basah dengan cara stek pucuk batang, warna bunganya putih kemerah-merahan, berbatang dan berdaun lebih besar daripda kangkung darat dan berwarna hijau.

Cara menanam kangkung darat adalah: Kedalaman untuk menanam bibitnya yaitu sebuku ibu jari tangan. Bisa ditanam sebanyak 3-4 biji tiap lubang. Jarak antar lubang adalah 5-10 cm. sebelum bibitnya ditanam, tanah digemburkan terlebih dahulu, lalu disiram air. Baru kita bisa memulai menanam. Setelah bibit ditanam, barulah disiram air lagi, tapi airnya jangan terlalu banyak. Nah, baru setelah itu kita bisa menunggu si kangkung tumbuh besar dan siap panen hingga 4-5 minggu ke depan. Oksiap-siap menunggu ya kawan-kawan..

Peserta yang datang cukup banyak, mulai dari anak kecil sampai kakek nenek lo, bahkan ada bule juga.Tidak hanya itu saja banyak sponsor yang mensponsori acara ini. Selain itu juga ada liputan dari Trans TV juga (huaaaaku ikut ke syuting gak ya*ngarep). Acaranya sangat seru dan menyenangkan. Tidak hanya bisa berolahraga, rekreasi dan berlibur, disini kita juga bisa mendapatkan dan berkenalan dengan teman-teman baru.

Pekebun sibuk menanan kangkung
Pekebun sibuk menanam kangkung

Akhirnya acara sudah selesai, dan kita diperbolehkan setiap minggu menjenguk hasil kebun kita di tempat ini, sambil kita menunggu panen massal semua kangkung kita. Yuhuuu..siap-siap bikin tumis ama pecel kangkung nih.nyamm.nyammm.nyammmm.

Nah…kawan-kawan, setelah membaca artikel ini, tertarikkah kalian untuk berkebun??? Yuks…mulailah berkebun sekarang juga!!! Mulai dari pekarangan kalian ya…!!!!! Yuks..yukss..yukss…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s