Anak sebagai Harta yang Terindah

Berbicara tentang anak, adalah sesuatu yang sangat membahagiakan, khususnya bagi pasangan-pasangan muda yang bakalan menjadi calon orang tua atau yang sudah menjadi orang tua dari anak pertamanya. Jujur saja, walaupun aku belum mempunyai anak dalam artian belum menikah, tapi, aku tertarik untuk menulis artikel tentang anak. Siapa tahu, suatu saat artikelku ini bisa menjadi arahan dan pedomanku dalam mendidik anak yang baik sehingga menjadi anak yang mempunyai pribadi yang unggul di lingkungan sekitarnya. Tidak hanya bagi keluarga kecilku nanti, tapi juga untuk keluarga-keluarga kecil lainnya. Mudah-mudahan artikel ini mempunyai manfaat yang besar bagi yang membacanya.

dvx7m4

Selama menjadi seorang anak yang belum terlepas dari orang tua, dalam artian aku masih menjadi tanggung jawab orang tua bukan tanggung jawab suami, aku benar-benar menyadari bahwa seorang anak adalah harta terindah bagi orangtua yang tak dapat ditukar dengan apapun itu. Orang tuaku sanggup melakukan dan berkorban apa saja demi kebagiaan, kesehatan, pendidikan, dan kemauan anak-anaknya. Aku menyadari bahwa pengorbanan mereka sangat besar sejak aku belum lahir sampai aku menjadi orang yang sukses yang bisa membahagiakan mereka saat ini. Walaupun masih satu kebahagiaan yang belum bisa aku berikan yaitu keluarga kecilku. Tapi insyaallah jika suatu saat sudah waktunya, kebahagiaan itu akan aku berikan pada mereka.

Aku pun mulai mempelajari dan memahami apa yang telah mereka didik dan ajarkan kepadaku sejak kecil. Bagaimana peran mereka sebagai orang tua yang bijak dan pengertian. Walaupun kedua orang tuaku pekerja kantoran, tetapi mereka tak begitu saja melepaskan anak-anaknya untuk diasuh oleh seoarang pengasuh/baby sitter, tetapi justru mereka terjun langsung untuk mengasuh anak-anaknya sendiri, sehingga anak-anaknya benar-benar mendapatkan kasih sayang dan perhatian langsung dari orang tuanya.

Mendidik dan mengasuh anak bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran dan ketelatenan didalamnya. Itulah yang dilakukan oleh orang tuaku terhadapku. Mendidik adalah sebuah sarana bagi orang tua untuk memberikan petunjuk hidup dan membangun diri anak-anakya menjadi pribadi yang baik dan bertaqwa sesuai dengan ajaran Allah SWT.

Ada beberapa hal yang bisa aku pelajari dari cara orang tuaku mendidik dan merawat anak-anaknya.

1.Tiap anak mempunyai bakat dan minatnya masing-masing.

Semua itu tergantung bagaimana orangtua mengarahkannya dengan baik dan tanpa paksaan. Seperti yang pernah diajarkan padaku, kedua orang tuaku tak pernah memaksakan padaku apa yang menjadi bakat dan minatku. Tetapi pertama kali mereka akan memperkenalkan berbagai macam bakat dan minat yang nantinya akan menjadi pilihanku.

Sejak balita, orang tuaku mulai melihat dan memperhatikan segala macam tingkah dan tindakanku, apa yang aku sukai, maupun apa yang menjadi daya tarikku. Mereka akan memperkenalkan segala mainan dan buku-buku anak yang edukatif, seperti buku cerita, buku gambar, dan permainan lainnya seperti kartu sembunyi, rumah-rumahan, balok susun dan lainnya. Dari situlah kemudian aku diajak untuk mengikuti les-les bakat dan minat seperti les musik, les melukis, les tari, les bahasa asing, les berenang, les sempoa, dan les-les yang lainnya. Jika diantara beberapa les tersebut tidak disukai olehku, maka orang tuaku tidak akan memaksakannya. Tetapi mereka melihat terlebih dahulu, mana les-les bakat yang aku sukai dan mana yang tidak aku sukai. Baru setelah itu, mereka akan memprioritaskan dan memaksimalkan les yang aku sukai sampai dengan level tertinggi dan aku fasih mempraktekkan bakat tersebut.

Berhubung sejak kecil, aku suka menggambar, orang tuaku selalu menyediakan peralatan gambar untukku, walaupun hanya berupa kertas, pensil dan pensil gambar. Tak tanggung-tanggung ayahku sendiri yang mengajarkan aku menggambar di rumah dengan telatennya. Ayah mengajarkanku berbagai macam bentuk-bentuk dari yang mudah sampai yang susah. Berhubung aku anak yang mudah mengingat sesuatu yang diajarkan, maka aku dengan mudah menangkap apa yang ayahku ajarkan. Berbagai macam perlombaan menggambar aku ikuti sehingga sering mendapat beberapa juara. Semua itu selain membahagiakanku juga membahagiakan kedua orang tuaku. Bahkan sampai sekarangpun hobiku menggambar berlanjut sampai aku mengambil jurusan di bangku kuliah yaitu jurusan arsitektur. Sampai saat ini menggambar menjadi lapangan pekerjaanku.

Satu hal yang selalu aku ingat bahwa orang tuaku selalu mengajarkan kepadaku bagaimana bakat dan minat itu suatu saat nanti bisa menjadi suatu hal yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan kita. Selain itu juga bisa menjadi sesuatu yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan /usaha bagi kita sendiri.

2. Setiap anak pasti mempunyai sifat bandel dan susah diatur, walaupun tidak semuanya.

Kuakui bahwa sejak kecil, aku adalah anak yang penurut, tidak bandel dan tidak susah diatur bahkan sampai sekarang (aduhhngalem diri sendiri nih). Maka dari itu orang tuaku tidak terlalu repot untuk mengurusku. Tetapi justru adik-adikku adalah anak yang bandel, karena keduanya adalah laki-laki. Tapi kebandelan seorang anak adalah hal yang lumrah sebagai suatu bentuk emosi dan keaktifan seorang anak. Sehingga terasa aneh, kalau seorang anak terutama anak laki-laki tidak bandel.

merangkul anak
merangkul anak

Dalam menghadapi adikku yang bandel dan susah diatur, orang tuaku tidak pernah mengucapkan hal-hal yang kasar, atau melakukan tindakan kekerasan seperti memukul, menampar atau mencubit. Tetapi mereka hanya membiarkan kebandelan adikku begitu saja selama kebandelan tersebut tidak berlebihan dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jika kebandelan adikku melebihi batas dan tidak dapat ditolerir, baru kedua orang tuaku menasehatiku dengan baik. Mereka memberikan pengertian bahwa perbuatan adikku tersebut salah dan tidak benar. Jika aku ataupun adikku melakukan kesalahan, mereka mengajarkan kami untuk meminta maaf dan kemudian memeluk mereka. Itulah bukti didikan kasih sayang yang mereka berikan pada kami.

Seperti yang tercantum dalam surat Al-Quran yaitu Surat Al-luqman [Ayat 16], (Luqman berkata): Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Mereka juga mengajarkan pada kami agar dalam mendidik anak jangan sekali-kali mengucapkan kata-kataKamu Anak Nakal atau Kamu Anak Bandel, karena kata-kata tersebut bisa terekam dalam pikiran kami bahwa kami adalah anak yang nakal dan bandel. Hal tersebut dapat mempengaruhi jiwa sang anak.

3.Kekerasan dalam mendidik anak bukanlah cara mendidik yang benar.

Anak yang dididik dengan keras, nantinya cenderung akan mempunyai jiwa pemberontak dan tidak menurut. Karena kekerasan yang dilakukan oleh orang tua juga akan mempengaruhi perkembangan pribadi seorang anak. Maka dari itu, emosi orang tua perlu dikontrol dalam mendidik anak. Walaupun nyatanya susah untuk mengontrol emosi orang tua terutama terhadap anak yang bandel.

kekerasan pada anak
kekerasan pada anak

Mendidik anak tidak dengan kekerasan, bukan berarti memanjakannya, tapi justru merangkulnya dengan sebaik mungkin, mengajaknya berkomunikasi dengan akrab layakanya dua orang sahabat yang saling terbuka. Jika orang tuaku tidak memperbolehkan aku melakukan sesuatu yang tidak baik, maka orang tuaku akan memberikan contoh terlebih dahulu dan memberikan bukti, pengertian serta akibat-akibat bila melakukan hal-hal yang tidak baik. Misalnya: aku tidak boleh bermain pintu dengan membuka dan menutupnya, karena akan tangan atau jariku bisa terjepit dan luka berdarah. Dengan begitu, mereka akan paham dan mengerti mengapa alasan orang tua tidak mengizinkan kita anak-anaknya melakukan hal-hal yang mereka larang. Cara mendidik orang tua terhadap anaknya bisa menjadi contoh dan teladan bagi anak-anaknya.

4.Untuk menyikapi dan mengarahkan anak di era global, orang tua harus pandai-pandai mengarahkan anak-anaknya menggunakan perangkat-perangkat teknologi canggih yang beraneka macam di era ini.

Misalnya penggunaan internet baik di komputer, laptop, maupun handphone. Internet adalah media teknologi terkini yang menyediakan banyak informasi dari segala penjuru dunia. Banyak info-info baik dan buruk untuk anak-anak. Maka dari itu kita patut memberikan penjelasan dan didikan kepada anak, bahwa internet adalah media untuk mencari informasi yang baik,memilah-milah mana yang baik dan buruk misalnya untuk mencari informasi tentang pelajaran-pelajaran sekolah, maupun tentang les-les yang mereka ikuti dan bukan untuk mencari hal-hal yang buruk dan tak pantas untuk anak seumuran mereka.

mendampingi anak dalam beinternet
mendampingi anak dalam beinternet

Berhubung di zamanku lahir, belum ada internet dan handphone, jadi orang tuaku tidak terlalu mengkhawatirkan pengaruh buruk dari media-media tersebut terhadapku. Tetapi justru di era kelahiran adikku, media tersebut mulai menyebar kemana-mana bagaikan virus saja. Dalam penggunaan internet, orang tuaku selalu mendampingi keberadaan adik-adikku sewaktu membuka internet. Orangtuaku memang menyediakan internet dirumah dan meletakkannya di ruang keluarga, sehingga mereka bisa mengawasi anak-anaknya jika menggunakan internet di rumah.

Dalam penggunaan handphone sebagai alat komunikasi jarak jauh di keluarga kami, orang tuaku tidak perlu membelikan anak-anaknya handphone yang canggih dengan adanya fitur-fitur canggih seperti internet, karena penggunaan internet di handphone bisa menimbulkan hal-hal yang diluar pengawasan mereka. Orang tuaku hanya memberikan telepon yang bisa menelepon dan sms saja. Jikalau aku dan adik-adikku meminta handphone yang canggih, orang tuaku akan menasehati dan mengarahkan kami tentang penggunaan handphone yang baik. Kalaupun untuk menggunakan internet, cukup di rumah saja. Walaupun tidak menutup kemungkinan aku dan adik-adikku bisa saja menggunakan internet di luar rumah. Maka dari itu orang tuaku selalu memberikan penjelasan pada kami dengan penuh pemahaman dan kesabaran serta menerapkan aturan dan batasan yang dapat disepakati oleh anak-anak juga orang tua terhadap penggunaan internet di rumah.

Orang tuaku juga menerapkan kejujuran dan tanggung jawab kepada anak-anaknya. Karena dengan begitu, anak-anak akan belajar apa itu kejujuran dan tanggung jawab yang nantinya akan dipikul oleh kami sendiri sampai kami dewasa.

Keempat hal tersebut sebaiknya ditanamkan sejak anak belum terlahir, agar anak menjadi orang yang memiliki kualitas sangat prima, mempunyai amal yang sempurna dan akhlak yang paripurna baik di dunia maupun di akhirat kelak. Keempat hal tersebut nantinya juga akan mempengaruhi bagaimana perkembangan jati diri anak yang sesungguhnya dikala dewasa nanti.

Seperti kata pepatah, “Keberhasilan seorang anak adalah keberhasilan orang tua”. Juga kata pepatah yang lain,” Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.”

Sama halnya dengan anak dan orang tua, apa yang diajarkan orang tuanya pasti akan ditiru oleh anak-anaknya, baik itu baik maupun buruk. Maka senantiasa ajarkanlah hal-hal yang baik pada anak-anak, agar menjadi pribadi yang baik pula.

Itulah sedikit artikel tentang mendidik anak di era sekarang. Artikel ini aku ikut sertakan dalam acaraApril Mei Bayu Family Berbagi. Semoga bisa memberikan manfaat dan contoh bagi keluarga-keluarga kecil yang membaca artikel ini dalam mendidik anak-anaknya.

UntukMas bayu danMbakUzlifahtul Fitriah, aku ucapkan selamat ulang tahun pernikahan yang pertama ya. Semoga selalu menjadi keluarga yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan.Semoga kalian berdua mendapatkan anak yang sholeh/ sholehah. Amin.

Selamat ulang tahun juga yang ke 20 buatMbak Uzliafahtul Fitriah. Semoga kandungan mbak selalu sehat dan persalinannya berjalan dengan lancar. Menjadi ibu yang baik dan sabar. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s