Halal Bi Halal. Ajang Silaturrahmi atau pamer?

Halal Bi Halal menjadi tradisi yang selalu identik dengan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini dari tahun ke tahun tak pernah pudar terutama bagi  masyarakat Indonesia di seluruh kota. Dalam tradisi ini kita melakukan silaturrahmi, saling berkunjung sambil bermaaf maafan. Halal Bi Halal menekankan kepada kita bahwa dalam sebuah silaturrahmi akan memunculkan rasa   persaudaraan, persatuan, saling memberi kasih sayang, saling mengenal dan saling mendoakan.

 

Tradisi ini begitu melekat bagi kita yang beragama muslim. Seperti kita ketahui bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan dan hari yang fitrah atau suci. Di hari kemenangan ini kita seharusnya menghapus dosa-dosa yang telah lampau baik itu dosa kepada diri sendiri, kepada orang lain maupun kepada Allah SWT. Maka dari itu kita diharuskan untuk saling bermaaf-maafan sambil bersilaturrahmi.

 

Sudah menjadi tradisi bahwa setelah selesai Shalad Id, kita langsung mengucapkan kata ” Minal aidzin wal faidzin, maafkan lahir dan batin ” entah itu dari hati yang terdalam ataupun hanya sekedar sapaan pembuka belaka. Makna kata tersebut berarti bahwa kita saling memberi dan menerima maaf orang lain baik itu disengaja ataupun tidak yang didalami dengan sepenuh hati. Biasanya acara Halal Bi Halal pembukaan ini hanya berlangsung sesaat saja dengan saling berkunjung ke rumah tetangga atau ke rumah saudara. Halal Bi Halal semacam ini disebut juga reuni kecil.

 

Halal Bi Halal berupa acara besar biasanya diadakan dalam bentuk seremoni baik di lingkungan keluarga besar perusahaan, sekolah, pemerintah, alumni-alumni dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi bahkan lingkungan RT dan RW di sekitar kita. Perayaannya pun dilakukan dengan menggunakan undangan tersirat maupun tersurat. Biasanya seremoni halal bi halal seperti ini terdapat kata sambutan serta tausyiah. Disamping itu juga ada acara makan-makan dengan berbagai hidangan yang tersedia. Baru setelah itu acara terakhir bermaaf-maafan dan saling bersalam-salaman.

 

Halal Bi Halal di kampung pun juga menjadi tradisi yang membudaya. Banyak sekali undangan Halal Bi Halal yang sering saya dapatkan. Mulai dari undangan Halal Bi Halal teman SD, teman SMP bahkan teman SMA. Acaranya terkadang dilaksanakan di gedung sekolah maupun di gedung pertemuan yang ada di kampung halaman. Seringkali juga dalam acara Halal Bi Halal diselingi dengan acara reuni atau temu alumni. Dari hal itulah saya bisa bertemu demgan teman-teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Saya juga mengajak suami ketika diundang acara Halal Bi Halal. Bahkan teman-teman yang sudah memiliki anak juga diajak mendatangi acara ini. Tidak hanya ajang silaturrahmi tapi juga ajang pertemuan kembali. Saling mengenal masing-masing anggota keluarga teman-teman kita serta saling mempererat ukhuwah islamiah yang sudah lama tidak terjalin karena masing-masing dari kita sudah saling hidup berjauh-jauhan dan jarang bertemu.

 

Saya bisa merasakan indahnya ukhuwah islamiah dalam acara Halal Bi Halal ini. Terkadang teman yang dulunya saya tidak kenal dan jarang menyapa, dengan Halal Bi Halal bisa kenal bahkan bisa lebih akrab. Tapi perlu diingat bahwa Halal Bi Halal bukanlah ajang pamer baik itu pamer keluarga, kekayaan maupun jabatan. Bukan pula ajang menyombongkan diri sendiri. Justru diharapkan ikatan silaturrahmi untuk saling berbagi kebahagiaan tanpa berlebihan, berbagi kesenangan serta memfitrahkan diri dari dosa-dosa yang sebelumnya kita lakukan. Kita diminta juga untuk introspeksi diri bahwa setelah lebaran ini apa kesalahan dan kegagalan yang telah kita lakukan di masa lalu. Memperbaiki diri menjadi lebih baik dan lebih sempurna dalam jiwa dan raga sepenuhnya. Mudah-mudahan Halal Bi Halal ini akan membawa kebaikan diantara kita, saling menghormati dan menimbulkan kasih sayang.Tak lupa bahwa tujuan kita adalah mendapatkan ridho Ilahi.

ngaBLOGburit

Tradisi Lebaran yang Tak Pernah Pudar

Lebaran merupakan momen berharga bagi saya dan keluarga. Di hari yang suci dan fitrah ini kita dapat berkumpul bersama sama dalam suasana yang penuh kemenangan setelah sebulan penuh lamanya menjalankan ibadah puasa. Lebaran juga waktu yang tepat untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan serta melepaskan rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Karena diantara kami yang sudah berkeluarga tinggal di kota yang berbeda dan jauh dari tempat tinggal orang tua. Seolah olah waktu lebaran yang hanya sebentar kita maksimalkan bersama-sama dengan kebersamaan di waktu lebaran. Jarang sekali kami berkumpul bersama seperti ini kalau bukan lebaran ataupun acara besar keluarga seperti pernikahan.

Pada malam hari menjelang lebaran biasanya selalu ada malam takbir keliling yang diadakan di alun-alun kota saya. Banyak orang berkumpul baik itu dengan yeman-temannya maupun dengan keluarganya. Ada yang membawa motor maupun mobil hanya sekedar untuk menonton takbir keliling. Seringkali juga disertai dengan bunyi petasan. Saya dan keluarga besar nenek selalu pergi berbondong-bondong dengan mobil menyaksikan takbir keliling. Suasana sangat ramai dan hiruk pikuk sekali. Bahkan selesai kami menonton takbir keliling, kami pun berkeliling mengitari kota. Suasan lebaran begitu terasa dan inilah hari kemenangan yang kita tunggu-tunggu. Suara takbir terdengar dimana-mana. Betapa besar keagungan Tuhan itu. Rasa haru, senang dan sedih bercampur menjadi satu.

 

Setiap kali menyambut lebaran banyak tradisi yang saya dan keluarga lakukan. Setelah melaksanakan Shalat Id,kami sekeluarga berbondong-bondong berziarah ke makam. Tidak hanya sekedar berziarah tapi kami mendoakan mereka yang sudah terlebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa agar amal ibadahnya diterima oleh Allah dan nantinya ditempatkan di syurga. Saya dan keluarga saya terlebih dahulu berziarah ke makam ayah. Baru setelah itu ke makan mbah, tante, nenek dan ponakan ponakan yang sudah meninggal. Seringkali kami juga bertemu teman ataupun saudara yang juga datang beziarah. Lalu kami saling bermaaf-maafan walaupun di pemakaman. Di pemakaman inilah yang membuat saya selalu ingat akan kematian. Bahwa hidup manusia di dunia ini hanya sementara dan apa yang kita miliki bukanlah apa-apa. Bila kita mati kita hanya meninggalkan jiwa dan tubuh kita saja. Seringkali air mata ini mengalir saat membacakan doa dan yasin untuk orang-orang tercinta yang sudah meninggal dunia. Maka dari itu janganlah pernah menyia-nyiakan hidup selama di dunia. Dan perbanyaklah amal agar Allah meridhoi segala amalan ibadah kita di dunia.

 

Setelah berziarah. Kemudian kami lanjutkan pulang ke rumah nenek. Kami yang merupakan keluarga besar nenek dengan 11 orang anak beserta cucu cicitnya berkumpul bersama. Lalu kami saling berbaris bermaaf-maafan. Bagi yang mempunyai angpau biasanya dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil entah itu cucu ataupun cicit. Sedangkan yang sudah bekerja tidak lagi mendapat angpau karena sudah mempunyai penghasilan sendiri. Cucu dan cicit- cicit yang kecil ini biasanya senang sekali dan berteriak-teriak ketika mendapatkan angpau. Ketika dibagi pun mereka harus berbaris supaya tertib.indah sekali melihat suasana seperti ini.

 

Dalam tradisi kami nenek selalu menyediakan makanan khas orang madura yaitu soto madura. Soto madura adalah soto yang terdiri dari ayam disuir-suir, telur ayam yang disuir, mie su’un, kentang goreng dan bawang merah goreng yang disusun sedemikian rupa. Makannya menggunakan lontong ditambah sambal, jeruk serta kecap manis. Kuahnya juga khas madura dan rasanya selalu membuat saya rindu ketika jauh dari kampung halaman. Biasanya nenek membuat dalam bentuk satu porsi yang sudah diracik ke dalam piring. Bila kami semua sudah datang dari shalat id, kami tinggal mengambil sepiring-sepiring. Kalaupun masih belum kenyang tinggal nambah lagi.

 

Menu lain yang biasa nenek saya siapin selain kue lebaran adalah sate dan sop kikil sapi. Nah ini dia yang kami suka. Menu ini disediakan di malam harinya. Kami keluarga besar selalu berkumpul bersama untuk makan menu tersebut di rumah nenek. Beruntung sekali rumah nenek cukup luas dan mampu menampung anak cucu dan cicitnya ketika lebaran.

 

Kalau dalam keluarga saya sendiri tidak pernah masak makanan khas lebaran, karena pas hari H makanan sudah disedikan di rumah nenek. Baru keesokan harinya ibu saya membuat menu yang sama di rumah sendiri yaitu soto madura. Memang sih menu ini gak ada habisnya dan gak ada bosennya kita makan. Karena lidah kami sangat akrab dan suka sekali dengan soto madura.

 

Malam harinya tradisi yang kami lakukan yaitu berkunjung ke saudara-saudara bahkan sampai menggunakan 5 mobil, karena keluarga kami adalah keluarga besar yang cukup banyak anggotanya.  Terkadang keluarga besar kami diundang salah satu keluarga nenek untuk makan malam disana bersama-sama. Kekeluargaan dan kebersamaan benar-benar kami ciptakan di saat lebaran ini.

 

Tradisi dari tahun ke tahun tak pernah terhapuskan. Neneklah yang menjadikan tradisi terus berlanjut dan tak pernah pudar. Saya kagum dan salut dengannya. Meskipun memiliki anak yang banyak, tetapi semua anaknya sangat akrab dan rukun satu sama lain. Bahkan cucu dan cicitnya juga. Di setiap lebaran kemanapun kita pergi dan bersilaturrahmi selalu saja bersama-sama.  

ngaBLOGburit

Mudik Gratis, Solusi bagi Pemudik Yang Membutuhkan

Selama ini setiap kali mudik saya selalu menghabiskan biaya yang cukup besar. Apalagi mudiknya ke luar pulau yang jauh dari jakarta dan harus ditempuh dengan jarak berkilo-kilo meter. Setiap kali mudik saya seringkali menggunakan kendaraan darat maupun udara. Kendaraan darat yang biasa saya gunakan adalah kereta api.  Sedangkan kendaraan udara  dengan menggunakan pesawat. Saat ini saya sering mudik menggunakan kereta api karena kalau menggunakan pesawat di hari lebaran itu cukup mahal ongkosnya dan saya tidak sanggup untuk membayarnya. Selain itu saya tidak ingin menghabiskan uang yang saya punya hanya untuk membeli tiket pesawat yang sangat mahal. Tapi bagi orang lain yang mampu sih tidak masalah ya. Semahal apapun, kalau yang namanya mudik pasti dijabanin deh. Bagi saya kalau sudah mudik itu kebutuhan  sangat banyak sekali. Maka dari itu, saya harus bisa mengatur keuangan dengan sebaik baiknya. Uang simpanan yang saya punya maupun uang THR yang saya dapat tidak semuanya saya habiskan di saat lebaran, tapi sebagian saya simpan dan sebagian saya gunakan untuk kebutuhan lebaran di kampung halaman. Lebih baik menjadi orang yang hemat daripada yang boros.

Kalau menggunakan kereta api otomatis saya harus membeli tiketnya 3 bulan sebelumnya. Sebab kalau tidak begitu saya bisa saja kehabisan tiket. Hal tersebut  tidak ingin saya alami, karena bagaimanapun mudik adalah waktu yang paling tepat bertemu keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Lagipula tradisi mudik ini hanya terjadi setahun sekali bagi saya. Itupun harus jauh-jauh hari menyimpan uang untuk keperluan mudik mulai dari membeli tiket, belanja baju lebaran untuk diri sendiri maupun orang tua dan saudara di kampung bahkan belanja untuk oleh-oleh. Alhamdulilah sih sampai tahun ini selalu kebagian tiket kereta api.

Dari tahun ke tahun, mudik dengan kereta adalah hal yang biasa bagi saya dan keluarga. Sebenarnya ada keinginan  ikut program mudik gratis yang biasanya diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan atau brand-brand tertentu. Dengan mengikuti mudik gratis saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun dan sudah ditanggung oleh pemilik brand atau perusahaan tersebut. Jadi saya tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk kebutuhan membeli tiket lebaran. Ini dapat menghemat pengeluaran saya di waktu lebaran. Sehingga uang yang awalnya untuk membeli tiket bisa saya simpan untuk keperluan lainnya. Tapi yang membuat saya mengurungkan niat dengan cara mudik gratis karena seringkali jadwal pemberangkatannya bentrok dengan waktu cuti saya di kantor. Jadi terpaksa harus cari alternatif lain dengan membeli sendiri tiket mudik sesuai dengan jadwal yang saya tentukan. Meskipun ada keinginan untuk ikutan mudik gratis, tapi menurut saya mudik gratis itu sebaiknya lebih diutamakan untuk  mereka yang membutuhkan secara finansial.

Salah satu tetangga saya di jakarta ini seringkali mengikuti program mudik gratis dari perusahaan di daerah saya. Bahkan dia bisa mengajak suami dan kedua anaknya naik bus secara gratis. Itupun bisa pulang pergi. Bayangkan saja betapa beruntungnya tetangga saya itu. Meskipun  dia disini hanya bekerja sebagai tukang urut dan suaminya hanya sebagai pedagang bakso. Dengan danya program mudik gratis tersebut, tentunya sangat membantu dari segi finansial dan hasratnya untuk mudik ke kampung halaman tanpa harus mengeluarkan biaya tiket yang cukup besar. Wah… menyenangkan pastinya ya. Inilah salah satu berkah ramadhan bagi mereka yang ingin mudik tapi tidak cukup finansialnya. Nah…  mudik gratislah solusinya.

Ada beberapa keuntungan dengan adanya program mudik gratis ini menurut saya, diantaranya yaitu:

1. Meringankan beban para pemudik.

Dengan mengikuti program mudik gratis, kita tidak akan mengeluarkan biaya tiket sepeserpun. Ongkosnya ditanggung oleh perusahaan atau brand yang mengadakan mudik gratis tersebut. Bahkan kita bisa mengajak satu keluarga untuk ikut mudik gratis.  Maka dari itu otomatis program ini dapat membantu mereka yang kekurangan finansial untuk bisa mudik ke kampung halamannya tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Bahkan hal ini dapat menjadi program bantuan bagi keluarga tak mampu yang ingin mudik. Bukan berarti keluarga mampu tidak boleh ikut program ini ya. Sebenarnya semua keluarga dibolehkan saja ikut program mudik gratis. Hanya saja lebih tepatnya program ini diutamakan untuk mereka yang tidak mencukupi kebutuhan finansialnya.

2. Lebih teratur dan terkontrol arus mudiknya.

Program mudik gratis ini biasanya sudah terjadwal oleh pihak penyelenggara. Jadwal pemberangkatannya pun sudah diatur baik jadwal arus mudik maupun jadwal arus balik. Jadi dengan terjadwalnya hari keberangkatan, maka arus mudik dan balik ketika lebaran lebih teratur dan terkintrol serta tidak membludak di satu hari saja. Ini pun bisa menjadi salah satu program yang membantu pemerintah dalam mengatur arus pemudik menjelang dan setelah lebaran. Lalu lintas dan traffik kendaraan lebih terkontrol dan teratur.

Namun menurut saya kelemahan dari adanya program mudik gratis ini yaitu:
 
1. Banyaknya peminat sehingga antrian panjang. Biasanya program mudik gratis ini banyak peminatnya. Karena terselenggara secara gratis bagi siapa saja, otomatis para peminat membludak. Sehingga untuk mendaftarnya pun harus antri dan menunggu giliran agar dapat mengikuti program ini. Nah.. inilah yang menjadi salah satu hal yang kurang menyenangkan. sebab bisa-bisa kita tidak mendapat bagian tiket. oleh karena itu, hal ini tentunya harus diatur sedemikian rupa oleh pihak penyelenggara agar membludaknya peminat dapat teratasi dengan mudah. Mulai dari sistemnya maupun  manajemennya. Untuk peminatnya sebaiknya diseleksi benar-benar agar program mudik gratis ini benar-benar tepat untuk pemudik yang membutuhkan dari segi finansial. Jadi tidak salah sasaran ya.
 
2. Terbatasnya kendaraan yang digunakan untuk mudik gratis. Biasanya perusahaan atau brand yang mengadakan program mudik gratis ini hanya menyediakan kendaraan untuk mudik dengan terbatas. Terbatasnya kendaraan yang disediakan, otomatis tidak dapat menampung semua pemudik yang berminat mengikuti mudik gratis. Nah.. bila kita tidak kebagian, justru harus mencari alternatif kendaraan lain dengan cara membeli tiket sendiri maupun tidak jadi mudik.

Mengikuti program mudik gratis itu sepertinya seru dan mengasyikkan ya. Tapi.. perlu diingat, kalau ingin mudik gratis bersiaplah lebih awal. Mulai dari dokumen yang diperlukan, perusahaan atau brand apa yang akan kita ikuti, bahkan kota-kota mana saja yang menjadi tujuan mudik gratis perusahaan tersebut. Kita harus jeli, cepat dan tepat ya. Kalau tidak, bisa-bisa kita tidak kebagian tiet mudik gratis karena sudah full.

ngaBLOGburit

Ingin Sehat? Berpuasalah

Berpuasa seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi orang yang mempunyai penyakit. Biasanya mereka takut penyakitnya kambuh lagi misalnya orang yang mempunyai sakit maag, tekanan darah tinggi dan diabetes. Sebenarnya ketakutan tak perlu ada. Justru dengan berpuasalah tubuh kita akan sehat. Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh lebih terkontrol. Mengapa? Ketika berpuasa, hidup kita akan lebih teratur makan dan minum yaitu hanya ketika sahur dan berbuka puasa. Saat berpuasa pun organ-organ tubuh kita akan beristirahat mulai dari setelah sahur sampai nanti berbuka kembali. Saat berpuasa perut kita kosong tanpa menerima asupan makanan dan minuman sedikitpun. Di waktu itulah tubuh kita membuang racun-racun yang mengendap. Istilah lainnya adalah detoksifikasi tubuh.

Pada hari biasa ketika kita tidak berpuasa, biasanya makan sebanyak 3x sehari. Namun di saat berpuasa kita hanya dianjurkan makan sebanyak 2x sehari yaitu di waktu sahur dan di waktu berbuka. Makan pagi dan makan siang dilakukan lebih dini dari biasanya yaitu di waktu sahur. Tubuh kita yang biasanya 24 jam non-stop bekerja mencerna dan mengolah makanan serta minuman di dalam tubuh, ketika berpuasa organ-organ tersebut diistirahatkan terlebih dahulu. Seperti yang dikatakan oleh dokter Hembing Wijayakusuma bahwa ketika kita berpuasa, ada sekitar 600 miliar sel dalam tubuh menghimpun diri agar dapat bertahan hidup. Itulah gunanya berpuasa.

Saya sendiri sering melakukan ibadah puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis. Sehingga ketika melakukan puasa Ramadhan selama sebulan penuh merasa tidak terlalu berat karena sudah menjadi kebiasaan. Berpuasapun akan menyehatkan bila dilakukan dengan cara benar. Ini kiat sehat saya ketika berpuasa:

1. Ketika sahur

Selama tidur organ tubuh kita beristirahat dan tidak menerima makanan dan minuman apapun. Oleh karena itu ketika bangun tidur dan belum melakukan aktivitas apapun, saya selalu langsung minum jeniper yaitu perasan jerus nipis hangat. Dimana air hangat sebanyak satu gelas dicampur dengan perasan jeruk nipis satu buah. Ini adalah salah satu kiat FC (Food Combining) saya. Mengapa harus jeniper? Apakah perut tidak akan sakit? Banyak pertanyaan yang sering tertuju. Nah justru itulah yang seharusnya dilakukan. Dalam kondisi perut kosong dan organ tubuh belum bekerja mengolah dan mencerna makanan, jeniper ini akan mendetoksifikasi tubuh dengan mengencerkan dan membuang lendir-lendir yang ada di dalam tubuh kita. Racun-racun pun akan ikut terbuang. Jeniper juga aman bagi yang sakit maag atau lambung.

Setelah minum juniper, barulah setengah jam berikutnya saya makan makanan yang agar berat mengandung karbohidrat dan protein. Janganlah terlalu makan dalam porsi yang banyak, karena akan membuat organ dalam tubuh lebih lama dan berat ketika bekerja. Cukuplah makan sekedarnya saja dan jangan lupa dengan niat untuk berpuasa. Minum air juga secukupnya. Jangan sampai membuat perut kita kembung. Jika kita kekenyangan atau kembung , justru itu tidak baik. Atau bahkan menimbulkan penyakit baru.

Setelah sahur, saya tidak pernah tidur lagi, tapi melakukan aktivitas seperti mengaji ataupun beberes rumah. Paling tidak adalah aktivitas fisik setelah sahur agar makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh lebih mudah dcerna dan diolah oleh organ-organ di dalam tubuh. Kesalahan kita adalah setelah sahur itu biasanya langsung tidur. itulah yang menyebabkan organ-organ tubuh lebih berat untuk bekerja mengolah makanan. bahkan akan menyebabkan penumpukan lemak dimana-mana terutama perut dan mengendapnya racun-racun akibat kurang sempurnanya organ tubuh mengolah makanan. 

2. Ketika berbuka

Saat berbuka, saya pun juga terlebih dahulu minum jeniper. Perut dalam kondisi kosong inilah yang saya manfaatkan untuk membuang lendir-lendir dan racun dengan jeniper. Jeniper adalah minuman andalan saya saat berbuka maupun sahur. Justru saya merasa sehat dengan jeniper. Baru setelah itu saya makan makanan yang manis seperti kurma atau buah. Saya tidak pernah makan terlalu banyak, namun secukupnya. Baru setelah membatalkan puasa dengan minum jeniper dan kurma atau buah, saya melaksanakan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib saya lanjutkan dengan makan makanan besar yang berkomposisi karbohidrat dan protein. Begitu juga saat makan besar ini, saya tidak pernah kalap mata, justru saya makan sekedarnya dan tidak sampai kenyang.

 

Itulah kiat saya berpuasa sehat. Paling tidak saat berbuka puasa organ-organ dalam tubuh kita tidak merasa kaget untuk mencerna dan mengolah makanan. Sehatpun lebih terasa. Saya merasakan setiap kali berpuasa tubuh merasa lebih enteng, nyaman dan segar. Berat badan saya pun lebih ideal, tidak terlalu gemuk maupun tidak terlalu kurus. Hal ini juga karena saya melakukan puasa yang benar. Masih adakah yang takut penyakitnya sembuh ketika berpuasa?

 

ngaBLOGburit